Wednesday, September 30, 2015

SEWA VILLA DI CIPANAS


Sewa Villa di cipanas – Sewa Villa

Sewa Villa Di CipanasSewa Villa di cipanas dengan berbagai fasilitas lengkap dan pelayanan yang menjamin liburan anda tidak terlupakan. Kami Villapuncak.net menawarkan lebih banyak villa pilihan di berbagai tempat diantaranya, Kota Bunga, Puncak Resort, Coolibah.
Kami member Dari Villapuncak.net juga tidak hanya menyediakan sekedar Villa saja, Kami juga menyediakan catering bagi anda yang tidak ingin direpotkan dengan urusan konsumsi, Pemesanan Menu catering bisa kami sediakan untuk berbagai event seperti Acara Gathering, kumpul keluarga, Kumpul Komunitas, Acara kantor, Atau dengan orang terkasihpun.
Sewa Villa Di Cipanas Oleh Villapuncak.net, juga membantu bagi and ayang ingin menyewa atau menggunakan fasiltas umum yang ada di kota bunga seperti tracking berkuda, kolang renang waterboom, Danau little venice, dan masih banyak lagi fasilitas dan wahan yang dapat kami bantu untuk mengunjungi atau berwisata.
Villa yang kami member Dari Villapuncak.net tawarkan bisa di sewa dari mulai harga termurah atau type minimalis dibanding penyedia villa yang lain hingga Villa yang Super Mewah yang tidak akan ditemukan di penyedia villa yang lain.
Sewa Villa Di Cipanas oleh Villapuncak.net bisa di booking jauh-jauh hari. Proses Booking villa sangat mudah sekali, tinggal lewat Telepon ke nomor yang tertera di Kontak Pemesanan Maka villa Anda akan kami siapkan sesuai tanggal yang anda pesan.
Semua fasilitas dan pelayanan yang kami sediakan akan menjamin liburan anda tak terlupakan. Atas pengalaman Kami dalam jasa penyewaan Villa di berbagai kawasan di Cipanas, Puncak, Bogor.
Terimakasih bagi anda yang sudah mempercayakan tempat beristirahat saat liburan pada kami, Dan Kami mengajak anda untuk Sewa Villa Di Cipanas, sewa Villa Di Puncak, Sewa Villa di kota bunga, Sewa Villa di puncak Resort, Sewa Villa Di Coolibah.

MEMBER OF VILLAPUNCAK.net

 sewa villa di cipanas

Thursday, January 3, 2013

cerita Wandra part 1


                “ Sore itu kulihat langit di dominasi oleh awan kelabu, cahaya matahari tampak murung di balik awan kelabu. Atmosfir sendu menyeruak dan masih kental hingga sore ini. Masih belum terasa segar untuk bernafas, masih terasa berat dan terbat-bata untuk berfikir “bagaimana hari esok” “

                guys ! itu yang di atas potongan cerita yang gue buat dan bertemakan kesenduan, memang  lebay tapi lumayan membuat orang terhanyut dalam drama-nya. Oke nama gue Wandra Adi Nugraha Martanegara. Panajang banget kan tuh nama? Aga sedikit nama-nama kraton ? emang bener kata nenek gue, kalo moyang gue itu adalah keturunan krajaan di jawa sana. Tapi terserah lah, mau gue keturunan jawa atau keturunan manapun yang jelas yang nentuin gue sukses dan kaya bukan keturunan tapi berkat usaha gue sendiri, gue bakalan buktiin itu.
                Terasa sangat ber-optimis? Ya memang harus, karena kita harus menatap dunia ini dengan penuh optimis dan full sprit.  Itu kalo orang barat bilang, kita mau jadi debu, atau kita mau jadi sesuatu yang berguna di dunia ini, itu semua ada ditangan kita.
                Oke sedikit kata pembukaan yang penuh semangat dari gue, semoga pesan semangat ini bias tersampaikan kepada semua yang membaca ini :D
                Ini tentang gue lagi, ga bosen kan? Hahah gue siswa dari sekolah menengah kejuruan di daerah cianjur. Sekolah gue adalah salah satu sekolah SMK terfavorit di kota yang sederhana ini. Jelas tentang fasilitas yang cukup memadai dan bisa dibilang bertaraf internasional. Jelas juga bayaran yang diwajibkan juga sangat membuat orang tua gue kewalahan menyekolahkan gue di sekolah ini. Wajar background keluarga gue bukan dari keluarga yang tinggi dan apa kata orang itu kaya akan materi. Tapi meskipun begitu keluarga gue ini sangat kaya akan kasih sayang. Itu yang gue akan pertahankan.
                Dan alasan kenapa gue masuk SMK, karena gue ingin mandiri dan bisa cepat-cepat berbalas budi kepada orang tua gue. Gue ingin cepet cepet bisa liat orang tua gue turun dari pesawat dengan pemberangkatan asal dari Arab Saudi, eiiitttss tapi bukan jadi TKW yaa, hahah. Tapi turun dari pesawat dengan gelar Haji dan Hajah. Amiinn. Itu menjadi alasan juga kenapa gue sebegitu optimis, karena gue ingin beri yang terbaik dan menjadi berguna atas takdir yang tuhan berikan ke gue.
                Oke mungkin cukup ya pendefinisian tentang gue ini, langsung aja scenario dimulai !
               
                “wandra, “ terdengar suara merdu pagi yang sayup sayup gue dengar karena tertutup bantal.
“Wandra, “ sekali lagi gue dengar suara pagi yang merdu, tapi sekarang
“WANDRA, CEPET BANGUN !!!!” suara itu berubah manjadi badai yang menghempaskan fatamorgana keindahan pagi hari di atas kasur. seketika gue terbangun ketika pintu kamar dibuka dengan keras oleh si nyokap. Memang terasa kesal, masa gue mau marah, tar judul cerita ini menjadi “Malin Kundang Modren tang dikutuk diatas kasur” -_- kan ga asyik,
                Tapi badan ini terasa malas dan sulit untuk digerakan, mungkin tidur 5 menit lagi tak apa. Ketika gue ingin merebahkan lagi kepala ini diatas bantal yang sudah terukir beribu-ribu pulau atas nama gue, tapi langkah kaki keras datang bagai tsunami yang menghempaskan Sumatra dan sekitarnya. Segera gue keluar kamar dan menuju kamar mandi, sebelum badai jutaan knot datang yang gue sebut “bentakan mamah” itu menghantam dan meluluh lantahkan pagi hari yang cerah ini.
                Dengan santai gue nangkring di atas kloset sambil mengumpulkan keping keping kesadaran, karena hempasan badai tadi di kamar. Tapi satu pekerjaan menanti, dengan penuh tenaga dan semangat pagi hari yang masih fresh, gue tekan dan hempas satu demi satu dan keluar.
“Ahhhhh…….. “ seraya Poof yang keluar dari pantat gue dan meluncur ke kloset.
Salah satu sensasi yang menjadi rutinutas pagi hari gue di kamar mandi, memang tak banyak orang sadar akan sensasi yang dirasakan ketika “itu” keluar dari pantat, dan malahan kebanyakan orang enggan membicarakan ke-sensasian hal tersebut, kenapa mereka tak mau berbagi ya? Aku tak mengerti.  
setelah gue rada mikir dan meresapi ke-sensasian, gue lanjutin tahap-tahap mandi dengan santai sambil sedikit melatih vocal gue yang merdu, tapi selalu dikritik oleh siapapun yang mendengar, mungkin mereka yang kurang tau seni dan keabstrakan seni itu bagaimana. Dan kebenaran gue terbuktikan, tak lama kemudian suara seperti kekesalan
“WANDRA, CEPAT JANGAN MENJERIT TAK KARUAN? KAMU INI MANDI ATAU BUAT KAMAR MANDI, LAMA AMAT. CEPET INI UDAH JAM 7.”
Kritikan langsung datang dari mamah yang lagi sibuk dengan rutinitas pagi hari. memang selera bercanda mamah tinggi, kayanya kalo audisi jadi pelawak di salah satu acara yang sering tayang malah hari mungkin mamah akan diterima.
                Bentar guys, tadi Nyokap gue bilang kalo sekarang udah jam 7? Gue baru sadar, segera dengan gesit, gue selesain urusan di kamar mandi ini dan langsung menuju kamar. Tapi tanpa gue sadari shampoo di atas kepala belum terbilas, gue balik lagi ke kamar mandi.
                “makanya kalo dibangunin jangan susah, nah gini jadi kesiangan. Cepet siap-siapnya, cepet sarapan !” peringatan mamah yang mungkin sudah ratusan kali gue denger di pagi hari.
                Dengan tergesa-gesa, gue siap-siap memakai baju dan menyiapkan buku pelajaran, dan semua hal yang akan gue bawa hari ini, segera gue keluar kamar dan pamit.
                “mah, mana bekal makan siang Wandra? “ sambil tergesa-gesa gue menuju dapur.
                Ada yang aneh? Ga usah mikir, emang ini kebiasaan gue selalu dibekali makan siang oleh mamah. Aku jarang meminta uang untuk jajan istirahat, lebih baik aku makan makanan rumah yang udah teruji BPOM (terlalu berlebihan? masalah? ) Inget ya, ini bukan Cerita Wandra ketika masih TK,
                “ini udah mamah siapin, terus ini seperti biasa titip kue ini di kantin semua ada 50 biji, dan awas lupa sepulang sekolah ambil sisanya ya? ”
perkataan mamah seraya menyiapkan kue-kue yang selalu gue bawa dan dititipin di kantin sekolah. Memang ini pekerjaan sampingan nyokap gue, yaitu berjualan kue. Ya lumayan lah untuk nambah nambah pemasukan untuk keluarga.
                Dengan tergesa-gesa gue pamit, dan lari menuju sekolah
“Wandra,, Wandra. Kamu ada yang lupa” teriak mamah dari dalam rumah.
“ga ada waktu mah …” sambil lari dengan buru-buru.
Memang jarak dari rumah gue menuju sekolah lumayan deket dan bisa ditempuh dengan jalan kaki. Semoga saja guru hari ini bisa berkompromi dan menyambutku dengan senyuman.
 

Friends

About Us

Sejenak Santai Copyright © 2009 BeepTheGeek is Designed by Gaganpreet Singh